Kasidi Hadiprayitno

Dilahirkan di lingkungan seni pedalangan pada 28 Mei 1959, ayahnya adalah salah satu dalang terkenal gagrag Ngayogyakarta Hadiningratdari Yogyakarta, bernama Ki Timbul Hadiprayitno KMT Cermomanggolo almarhum yang lahir dari rahim seorang ibu Ny Tuginem asal Pundong, Bantul. Kasidi tumbuh menjadi dalang secara turun temurun dari orang tuanya.Sejaktahun 1974 klas satu SMP telah menjadi dalang mewakili ayahnya di siang hari. Ketika menginjak remaja sekelas SMA telah berani tampil mendalang malam hari. Walaupun kemudian harus mendapat teguran dari sang ayah agar melanjutkan studinya dulu. Teguran sang ayah menjadi cambuk semangat dirinya terus melanjutkan studi sampai keperguruan tinggi. Namun di sela-sela kesibukan studinya itu ternyata juga tetap mendalang, bahkan memperoleh gelar dari kraton Yogyakarta pangkat Riyo Bupati Anom KawindroWinoto. Di samping sebagai dalang bercorak masa kini, beberapa kali pernah juga dipercaya untuk mendalang ruwatan Murwakala. Karir pendidikan tertinggi mampu diperoleh Ki Kasidi Hadiprayitno dengan memperoleh derajat Doktor dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2009 setahun kemudian April tahun2010  mendapat gelar Guru Besar dalam bidang ilmu Pedalangan sampai sekarang masih menjadi pengajar di  Institut Seni Indonesia Yogyakarta,  juga mengajar di Filsafat UGM, Pasca Sarjana UGM, PPS Unes Semarang, STSI Bandung, dan PPS ISI Surakarta.  Beberapa negara pernah dikunjungi dalam rangka pementasan wayang dan semimar wayang,  misalnya di India, Austria, Inggris, Italy, Elkisehir Turki, Washington DC, dan Malaya University. Sebagai seorang guru dan sekaligus dalang, tetapi juga kebiasaan menulis buku tentang filsafat, wayang dan seni menjadi perhatian utamanya.