Lahir di Klaten, 25 Oktober 1961. Ia adalah staf pengajar pada Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, FIB UI, Ia lulus Sarjana Sastra pada tahun 1989 dengan skripsi berjudul “Wahyu dalam Lakon Wayang Kulit Purwa: Tinjauan Intrinsik”. Lulus Magister Humaniora pada tahun 2003 dengan tesis berjudul “Peran dan Sifat Tokoh Kresna dalam Karya sastra Jawa: Sebuah Tinjauan Budaya”, dan sekarang sebagai kandidat Doktor pada Program Studi Ilmu Susastra FIB UI tahun 2014 dengan rencana penelitian berjudul “Proses Transformasi Teks Pengendalian Diri Pada Pidato Presiden Soeharto dalam Rapat Paripurna Persatuan Pedalangan Indonesia 21 Januari 1995 di Istana Negara: Sebuah Kajian Wacana Kekuasaan dalam Wayang Kulit Purwa”.
Pada tahun 1984-1987 pernah nyantrik/kursus seni pedalangan dan perwayangan kepada Drs. Wardoyo Suryobroto di Sanggar “Kandha Buwana”, Komplek BPLK, Jalan Andara, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ketekunannya untuk mendalami keterampilan pada seni tradisi Jawa, utamanya pedalangan dan perwayangan mengantarkannya menjadi Juara III dan juara II Lomba Dalang se-Jabotabek yang diselenggarakan PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) bekerja sama dengan TMII pada tahun 1986 dan 1987.
Darmoko mempunyai suara emas, potensinya ini membawanya menjadi Juara Harapan I Lomba Penyanyi Keroncong Mahasiswa tingkat DKI Jakarta tahun 1984 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta; Juara I Lomba Suluk Pedalangan yang diselenggarakan oleh POKJ KOMDA Jakarta Selatan 1985; Juara I Lomba Macapat se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Paguyuban Macapat Radya Agung DKI Jakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada tahun 1991.
Profesinya sebagai pengajar pada Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa mendorongnya banyak menulis karya-karya ilmiah dan apresiasi budaya, terutama mengenai wayang. Darmoko sering diminta menjadi pembicara pada berbagai diskusi dan seminar serta didaulat sebagai nara sumber yang ahli dalam bidang pewayangan.
