Teguh Supriyanto

Lahir di Banyumas, 7 Januari 1961 19 Rejeb Éhé tahun Jawa 1892 atau 19 Rajab
1380 Hijriyah windu Sancaya bersamaan mangsa Palguna atau Kapitu wuku Pahang.
Adalah guru besar Ilmu Sastra pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Semarang. Lulus sebagai sarjana Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas
Maret Surakarta pada tahun 1986 dengan skripsi berjudul “Studi Cerita Rakyat (Folk
Tale) Klanceng Putih di Daerah Wanadadi Kabupaten Banjarnegara”. Mengikuti
program Diploma di RELC Seameo Singapura taun 1992. Lulus Magister Humaniora
dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada pada tahun 1998 dengan tesis
berjudul “Gaya Bahasa Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari”. Lulus Doktor Ilmu
Sastra Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006 dengan disertasi berjudul
“Hegemoni Terhadap Naga Sasra Sabuk Inten Karya SH Mintardja. Tahun 2013 –
2017 menjabat sebagai direktur/rektor di Politeknik Banjaregara di bawah
Kemendikbudristek. Tahun 2014 gelar profesor diperoleh dari pemerintah Republik
Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi.

Pengetahuan wayang sejak kecil diperoleh di perpustakaan pribadi ayahandanya
RM.Tarsan Soedibjo dan eyangnya R.T Gondowarsito di Kalimendong, Banjarnegara.
Mendalang pertama kali tahun 1979 saat acara tumbuk yuswa eyangnda dengan
lakon Sesaji Rajasuya. Pada tahun 1986 – 1987 pernah nyantrik belajar sabet di
Padepokan Sekar Padha Singamerta Banjarnegara pimpinan ki Sunyana. Tahun
1992 mendalang di Singapura, di samping mendalang beliau juga menjadi penasihat
Pepadi Jawa Tengah.

Pekerjaannya sebagai dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Semarang sejak 1990 membuatnya banyak menulis karya-karya ilmiah mengenai
bahasa, sastra, dan pewayangan yang tersebar di jurnal-jurnal bereputasi nasional
dan internasional serta termuat di surat kabar umum. Buku yang telah diterbitkan
adalah Naga Sasra Sabuk Inten dan Praktek Hegemoni Kekuasaan Jawa (2014) dan
Metodologi Penelitian Sastra (2021). RM. Teguh Supriyanto tak jarang diundang
sebagai pakar oleh Lembaga pemerintah maupun swasta untuk menularkan
pemikirannya dalam forum seminar, sarasehan, maupun diskusi ilmiah lingkup
nasional dan internasional.