I Dewa Ketut Wicaksana

Lahir di Geria Tengah, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, 22 Januari 1964. Sejak berusia 10 tahun, ia menekuni kesenian, terutama menabuh gender wayang dengan  belajar dari kakak kandungnya. Sejak kecil ia biasa mengikuti ayahnya mendalang wayang kulit di seputar wilayah Nusa Penida.

Setelah lulus dari SMKI Denpasar,ia melanjutkan studi pada Jurusan Pedalangan di SMKI Denpasar hingga menyelesaikan Sarjana Muda.  Gelar Sarjana Seni Pedalangan (SSP) diperoleh di STSI (sekarang ISI Denpasar), tahun 1989 dengan skripsi Pakeliran Layar Berkembang, Anugrah, duet bersama I Ketut Kodi, S.S.P.. Gelar Magister Humaniora  diraih bulan Maret 1997, di Universitas Gajah Mada dengan tesis Wayang Sapuh Leger, Fungsi dan Maknanya dalam Masyarakat Bali. Tesis tersebut setelah melalui proses editing diterbitkan  dalam bentuk buku.

Banyak esai dan tulisan  yang sudah dipublikasikan pada berbagai jurnal ilmiah dan koranlokal dan nasional. Kebanyakan dari tulisannya mengangkat tema seni dan wayang. I Dewa Ketut Wicaksana adalah salah satu kontributorEnsiklopedi Wayang Indonesia.

Dosen tetap pada Jurusan Pedalangan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sejak tahun 1990 ini sering  mengikuti misi kesenian ke ke berbagai  negara di belahan dunia seperti ke Jepang, Taiwan, Switzerland dan lain sebagainya.

Beberapa pakeliran di luar Bali yang berkesan, seperti ketika mendalang di Yogyakarta  pada Festival Wayang Trah Nusantara, 1993. Di Lampung, Sumatera Selatan dengan karya “Ngenteg Linggih” Umat Hindu, 1996. Di Dompu, Sumbawa  dengan karya “Palebon” Umat Hindu, 1998; dan di Surakarta  pada Munas IV Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) tahun 2003.