Lengkapnya Prof. Dr. Soetarno, lahir di Sukoharjo pada tanggal 7 Maret 1944. Meraih gelar Doktor dari Universite Paris VII Prancis dalam bidang Etnologi Seni di Asia Tenggara dengan disertai yang berjudul “le Role de la Musique dans les Arts du Spectacles a Java” yang diraih tahun 1997. Ia lulus dari Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) tahun 1974 yang sekarang menjadi STSI Surakarta dan mendapat gelar Magister atau DEA (Diploma d’Etude Approfondie) dari Universite Paris VII tahun 1976. Ia adalah pakar wayang yang pertama kali memperoleh gelar profesor doktor.
Di dunia pedalangan Soetarno dikenal sebagai pengajar di Jurusan Pedalangan ISI Surakarta dan peneliti pengetahuan tentang filsafat wayang. Buku-buku karyanya yang telah diterbitkan, di antaranya adalah: Le Theatre d’Ombres a Java, diterbitkan oleh CEPMA, Paris, Penancis, tahun 1994; Ruwatan di Daerah Surakarta, diterbitkan oleh Cendrawasih, Sukoharjo, 1995; Wayang Kulit Jawa, Cendrawasih, Sukoharjo, tahun 1995; Wayang di Asia, STSI Surakarta, tahun 1996. Tradisi Pedalangan Rakyat dan Keraton (2001), Pewayangan dalam Budaya Jawa (2002).
Ketika belajar di Paris, Perancis, Soetarno sempat beberapà kali mempertunjukkan keterampilannya mendalang di Paris, Bourdeaux, Lyon, Rennes, Avignon, Brussel, Amsterdam, Den Haag, dan beberapa kota Eropa lainnya seperti di Warsawa, Polandia; Madrid, Spanyol; Siegen, Jerman, Vatikan, Italia dll.
Sejak tahun 1997 hingga sekarang menjabat sebagai Guru Besar Pedalangan pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta. Ia pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua III STSI Surakarta (1982-1992). Pembantu Ketua II STSI Surakarta (1996-1998). Sejak tahun 2000 menjabat sebagai Direktur Pascasarjana STSI Surakarta dan tahun 2002 diangkat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.
Berkat pengabdiannya pada pelestarian budaya wayang, khususnya wayang gagrak Surakarta, Soetarno mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Kasunanan Surakarta dengan nama K.R.T. Dwidjonagoro 1995. Ia juga mendapat Bintang Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI tahun 1996 atas pengabdian yang tulus sebagi pegawai negeri selama 30 tahun.
