Sanggar Sri Palembang

Sanggar Sri Palembang, pimpinan Agus Amirudin. Berlokasi di Lorong Cek Latah No. 234 RT 10 Jl. Pangeran Sido Ing Lautan, Kel. 36 Ilir Kec. Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Sanggar Sri Palembang adalah satu-satunya sanggar wayang Palembang yang tersisa di kota Palembang. Sanggar ini didirikan oleh Kgs. M. Abdul Rasyid di tahun 1950 yang merupakan kakek dari Kgs. Wirawan Rusdi. Pada masa Presiden Soeharto, Sanggar Sri Palembang sering ditanggap di Istana Presiden dalam acara Festival Wayang.

Suasana di Sanggar Sri Palembang, 8 Feb 2020. Foto : Instagram @novri.nanda96

Masa-masa itu merupakan masa jaya dari Sri Palembang, namun seiring berjalannya waktu, sanggar Sri Palembang mulai meredup dikarenakan beberapa penabuh gamelan yang sudah ikut di generasi pertama wafat, kemudian di tahun 1986 diperparah dengan terjadinya kebakaran yang melanda daerah tersebut hingga ikut menghanguskan aset berupa wayang dan gamelan yang tersimpan di rumah Kgs. Amiruddin yang letaknya tepat di seberang rumah Kgs. Rusdi Rasyid. Mulai disaat itu lah Sanggar Sri Palembang dan juga kesenian wayang Palembang menghilang.

Di tahun 2004, Sanggar Sri Palembang mulai perlahan dihidupkan kembali setelah UNESCO memberikan bantuan berupa seperangkat gamelan dan 30 buah wayang. Kgs. Wirawan Rusdi pun dipilih untuk menjadi dalang di sanggar ini karena beliau merupakan anak sulung sekaligus zuriat langsung dari Kgs. Rusdi Rasyid.